Dukungan Wapres tersebut diberikan dalam rangka sinergi Badan POM dengan lintas sektor terkait pengawasan dan peningkatan keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS). "Masalah keamanan PJAS penting untuk diperhatikan karena penyalahgunaan bahan berbahaya dan cemaran mikroba, serta bahan tambahan pangan yang melebihi batas, dalam jangka panjang bisa menyebabkan masalah kesehatan yang serius bagi generasi muda kita”, ungkap Wakil Presiden Boediono dalam sambutannya pada pembukaan Gebyar Aksi Nasional PJAS di Jakarta, Sabtu 8 Februari 2014.
“Agar aksi nasional PJAS ini dapat berjalan sukses dan berkesinambungan, diperlukan kepedulian, komitmen dan langkah bersama antara pemerintah, komunitas sekolah, pedagang dan masyarakat”, lanjutnya.
Gerakan Aksi Nasional PJAS yang Aman, Bermutu dan Bergizi, yang dicanangkan Boediono pada 31 Januari 2011, memang menunjukkan hasil yang cukup bermakna. PJAS yang memenuhi syarat mengalami peningkatan dari 56-60% pada tahun 2008-2010 menjadi 80,79% pada tahun 2013 lalu. “Namun masih banyak peer yang harus kami selesaikan”, imbuh Kepala Badan POM, Roy A. Sparringa. “Antara lain masalah akses air bersih, perbaikan sanitasi dan pengawasan mandiri kantin sekolah”, lanjutnya. Karena itu, Badan POM mengajak semua pihak terkait, baik kementerian/lembaga pemerintah, guru, orang tua murid, pedagang dan penjaja jajanan sekolah, masyarakat serta media, untuk bersama mengawasi keamanan dan mutu PJAS.
Selain Boediono, acara Gebyar Aksi Nasional PJAS ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, perwakilan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, seluruh Kepala Balai Besar/Balai POM dan undangan lainnya.
Setelah memberikan sambutan, Boediono berkesempatan berkeliling meninjau stand pameran dari berbagai kementerian/lembaga terkait, dan mobil laboratorium keliling milik Balai Besar POM di Jakarta. Acara Gebyar Aksi Nasional PJAS ini yang berlangsung pada 8-9 Februari 2014 ini, diisi dengan berbagai kegiatan. Selain pameran, juga diadakan konferensi pers, lomba mewarnai untuk anak sekolah dan lainnya.
Biro Hukmas
